Saya ingin bicara tentang belimbing.
Sebagai seorang yang lahir dan dibesarkan di Depok, saya sangat mencintai kota ini, termasuk belimbingnya. Belimbing di mata saya bukan hanya sekedar buah, tetapi sebuah ikon. Sebuah tanda, sebuah ciri khas, sebuah kebanggaan tersendiri yang menunjukan bahwa Depok juga memiliki komoditas hortikultura yang bisa diandalkan baik secara kompetitif maupun komparatif.
Bila kita tengok sejarahnya, belimbing Depok atau yang lebih dikenal dengan nama belimbing Dewa adalah hasil karya dari seorang petani bernama Bapak H. Usman Mubin. Buah berwarna kuning keemasan ini bukan hanya banyak mengandung vitamin A dan C, tetapi ditengarai dapat dijadikan sebagai obat herbal untuk mengobati kencing manis, hipertensi dan lain-lain. Dengan keungggulan seperti itu, tidak mengherankan apabila pemerintah kota menetapkan belimbing Dewa sebagai ikon kota Depok yang harus dikembangkan lebih jauh lagi.
Namun sayangnya di masyarakat Depok sendiri saya menemukan banyak orang acuh tak acuh terhadap komoditas unggulan yang satu itu. Ketika ditanya mengenai ikon kota, mereka menjawab tidak tahu. Saya pun bingung harus menyalahkan siapa? Sosialisasi dari pemerintahkah yang belum optimal atau memang masyarakat yang tidak peduli?
Adalah Ibu Hj. Asri Mulyanita, seorang yang lekas menghancurkan praduga saya mengenai ketidakpedulian masyarakat mengenai buah belimbing. Melalui koperasi Andalusia yang diketuainya, Ibu. Hj. Asri Mulyanita mencoba membentuk kelompok binaan yang terdiri dari para petani belimbing. Beliau memberikan penyuluhan agar para petani lebih bisa mengoptimalkan belimbing.
Beliau tidak hanya menaruh perhatian pada belimbing dengan grade A saja, tetapi juga menaruh perhatian yang sama besar terhadap belimbing grade C. Belimbing grade C yang selama ini kerap dipandang sebelah mata karena kualitasnya yang kurang baik, ternyata menyimpan potensi yang cukup bagus untuk dijadikan aneka ragam bahan pangan seperti misalnya manisan belimbing, saus, dodol dan selai.
Perlahan namun pasti, pemberdayaan petani belimbing yang dilakukan oleh ibu dua orang anak yang juga menjabat sebagai ketua DPC IWAPI Depok ini menuai hasil positif. Setelah menggelar perlombaan hasil olahan belimbing grade C di Margo City pada bulan Mei yang lalu, para petani belimbing yang ada dibawah binaan koperasi Andalusia yang beliau pimpin mendapat tawaran dari kementerian Usaha Kecil dan Menengah untuk mengikuti pameran di Assembly Hall Jakarta Convention Center.
Kepedulian Hj. Asri Mulyanita terhadap belimbing setidaknya bisa dijadikan contoh bahwa pengembangan ikon kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat Depok.
Selamat ulang tahun kota Depok. Semoga belimbing dapat benar-benar menjadi sumber daya lokal yang mampu mengharumkan nama kota Depok baik secara nasional maupun internasional.


Assalaamu’alaikum Kris…
Salam kenal dan terima kasih atas kunjungan awal ke blog saya. Mudahan jalinan ini bisa memberi kebaikan dalam perkongsian ilmu.
Hmm.. ternyata belimbing di kota kelahiran anda, sangat bermakna dan bernilai komersial. semoga kota anda akan terus dan ikon belimbing itu menjadi lambang kota wisata kuliner yang terkenal.
salam mesra dari saya.
oi, iya tuh dulu didepan rumah ada pohon belimbing tapi udah ditebang, lestarikan belimbing!
thx infonya krismansyah, salam
suka sama blimbing, yang wuluh terutama…
Buah belimbing enaknya buat lutisan
Assalaamu’alaikum Kris
Saya hadir dengan takzim untuk berkunjung menemui sahabat bagi mengucapkan:
Andai langkah berbekas lara . Andai kata merangkai dusta. Andai tingkah menoreh luka . Andai bahasa membedah jiwa. Maaf dipohon seribu ampun. Dari jauh ku kirim salam. Kuhulur tangan memohon kalam . Buatmu sahabat, di hari mulia kita bermaafan. MAAF ZAHIR DAN BATHIN.
Taqabbalallohu minna wa minkkum. Kullu am wa antum bikhairiin.
SELAMAT HARI RAYA
Salam Ramadhan Yang Barakah dan Salam Aidil Fitri Yang Bahagia.
Salam mesra dari Sarawak, Malaysia.
Yup, sebuah kesuksesan merupakan hasil bersama