Sebelomnya gua mau minta maap kepada para pembaca blog gua yang budiman (emang ada yang baca blog gua namanya budiman? yo wis lah). Sorri karena akhir-akhir ini gua jarang nge-update blog yang tiada berkualitas ini. Alasannya sederhana aja: gua lagi ujian! Sampe Jumat depan bisa dipastikan gua masih disiksa oleh soal-soal nyebelin yang dosen gua tulis demi mengetes sejauh mana pengetahuan anak didiknya selama ini.
Tapi eh tetapi. Naluri ngeblog gua engga terbendung lagi. Setelah sekian hari vakum dari dunia perblog-an kini gua kembali lagi. Hei teman, sambutlah aku, aku datang untukmu…..
Pada saat gua nulis postingan kali ini, gua lagi ada di warnet deket kampus. Gua sengaja nyiapin waktu untuk menceritakan kejadian bodoh (lagi) yang baru aja menimpa gua.
HAri ini. Selasa 27 januari 2007. Di kartu ujian gua tertulis jelas….
Mata Kuliah yang diujikan: Organisasi Teknik Perniagaan.
Waktu ujian: 14. 30
Ruang ujian: Ruang 4 lantai 2
Sedangkan di otak gua terekam jelas janji sang dosen, “Anak-anak, ibu sadar benar bahwa semenjak kuliah lanjutan berlangsung ibu mengajar tidak optimal. Ibu sering tidak masuk untuk mengajar kalian. Bukan karena ibu enggak suka sama kalian yang sangat idiot, tapi karena belakangan ini Ibu sibuk mengurusi keperluan keluarga Ibu. JAdi, sebagai kompensasi dari itu semua ibu akan mengijinkan kalian membuka buku pada saat mengerjakan ujian nanti. Ujian besok kita OPEN BOOK!”
Yang mana langsung diiringi tepuk tangan, jerit kencang dan tangisan haru dari seisi kelas yang emang lebih menyukai sifat ujian OPEN BOOK daripada OPEN KEBETAN. Dalam Open Book, kita enggak perlu sungkan-sungkan membolak balik catetan walaupun ada di depan congor pengawas sekalipun. Berbeda dengan sifat ujian Close Book yang ujung-ujungnye memaksa mahasiswa bodoh macem gua untuk mensiasatinya dengan membuat kebetan.
Ngepotokopi perkecil catetan, nulis rumus dipergelangan tangan, nyiapin teori yang bakal keluar dikertas selembar terus kertas itu dimasukin ke dalem kaos kaki, nyorat-nyoret meja sama rumus kuadrat terkecil…..
Ya udin, mentang-mentang sifat ujiannya Open Book, malemnya gua sama sekali enggak menyentuh berlembar-lembar catetan OTP yang udah gua potokopi dari seorang teman. Gua hanya menatapnya sekilas dan berujar, “Fiuh, untung open book, kalo enggak bisa tewas gua.”
Dan ketika hari ujian tiba…..
Kertas soal dibagikan sudah, lembar jawaban udah tersedia di atas meja. Gua sambil senyam-senyum penuh kenajisan membuka tas. Tangan gua ngobok-ngobok isinya. Satu detik, dua detik, tiga detik. Gua panik. Gua obok-obok lagi makin dalem. Satu detik, dua detik, tiga detik. Gua makin pani. Gua buka risleting paling depan. Ngobok-ngobok bagian depan tas gua. Satu detik, dua detik, tiga detik. JAntung gua berenti berdetak. Lantas gua jerit, “ANJROT, BAHAN-BAHAN UJIAN GUA KETINGGALAN DI RUMAH!!!!”
Orang yang ada di kanan-kiri gua langsung memandang dengan tatapan, “Tabahkan dirimu Nak.” Seolah kucing gua baru aja mati kelindes mobil tangki susu gede.
Di sini gua berada. Di tengah ruang ujian dengan tangan dan bibir bergetar. MAmpus gua. Gimana mau ngerjain soal kalo gua enggak punya potokopian. Untung gua udah terbisa melewati bagian-bagian sulit dalam hidup. Gua tetep nyengir ala Tukul Arwana walaopun hati ini rasanya pengen nangis. Aduh, idiot banget sih lo Kris….”
Di lima belas menit pertama gua cuman nyatet nama, nomor induk mahasiswa, mata kuliah yang diujian, di kolom sebelah kiri lembar jawaban. Gua tengok ke kanan dan kiri. Semua orang tampanya sedang sibuk ngebolak-balik lembar potokopian. KAdang ngeliat serius ke lembaran-lembaran itu, lalu beberapa saat kemudian tangannya berpindah ke lembar jawaban dan menulis seperti apa yang dia lihat.
JArum jam terus bergerak. WAh, gua curiga jangan-jangan batrenya baru diganti nih. Perasaan baru aja masuk eh sekarang udah mau abis waktunya. Setengah jam lagi ujian selesai namun gua belom nulis jawaban apa-apa….
Mata gua menatap dengan perih lembar soal…..
1. Apa yang dimaksud dengan:
a. Free port, bounded ware houses
b. Kapal Ro-Ro
c. Pasar Konvensional
d. Sistem pemasaran vertikal
Babi ngepet, setan item, pocong bunting, Genderuwo bau dan kata-kata kotor lainnya mengalir dari mulut gua.
Okeh, enggak mau terlihat pasrah, gua lalu berbisik sama orang yang ada di sebelah kanan gua, “Shar, nanti potokopiannya gua liat dong.”
Dia jawab, “Okeh.”
Adalah suatu tindakan tidak terpuji meminjam catetan orang lain. Dan dikampus gua itu hukumnya haram.
Enggak berapa lama kemudian Ashar ngasih catetannya ke gua. Waduh, kalo tau dia bakal baik kayak gini mestinya gua langsung aja minta jawabannya sekalian. BAru aja gua menyentuh catetan gua, eh ibu-ibu gendut pengawas udah tereak……
“HEY! HEY! HEY! MAU APA KAMU?!”
Gua jawab, “Ini Bu, saya mau minjem catetannya.”
“EMANG KAMU ENGGAK BAWA?”
“Bawa Bu, tapi bahannya lain.”
“LAIN GIMANA?”
“Yang saya bawa materi mata kuliah pengantar Sumber Daya MAnusoa Bu.” BErbohong.
Ibu-ibu pengawas gendut nan jutek itu mendekati gua. Dia ngerampas catetan yang baru gua pinjem. “ENGGAK BOLEH. DALAM UJIAN DILARANG MINJEM-MINJEM CATETAN TEMEN!!!”
MEndadak gua kekurangan yodium alias gondok. Mampus gua, udah enggak bawa catetan, enggak bisa ngerjain soal, eh sekarang dimaki-maki ibu gendut….
Okeh, lain kali gua enggak akan lupa bawa catetan ke dalem ruang kampus. enggak peduli deh sifat ujiannya terbuka atau tertutup…..